Loading... Please wait

Kapitalisasi kebablasan ala si Merah

Arus kapitalisasi telah masuk ke tempat ini dengan sangat halus dan pasti. Sabtu & minggu tidak lagi menjadi "family day" namun menjadi hari "mengejar target". Sabtu-minggu dipakai untuk mejadi hari selling, visiting, backchecking, miting, training dan lain-lain yang pokoknya ngejer target deh. Hidup menjadi mengejar angka, hidup menjadi mengejar etika jabatan, hidup menjadi mengejar es ka, dll.

Mereka tidak mau tahu keluarga sang pengejar seperti apa, mereka nggak mau tahu kehidupan pribadi, bahkan mereka sendiri gak tau keluarga mereka jadi apa. Mudah2an keluarga kami dan mereka tidak ngambek, karena kengambekan mereka adalah kengambekan orang yang terzalimi oleh kepala keluarganya sendiri. Kengambekan mereka mudah2an juga tidak sampai pada berujung pada doa. Karena doa mereka mampu menggetarkan langit, dan kalo langit sudah bergetar Allah pasti mengabulkan doa-doa tersebut.

Mudah2an Allah menjaga kami dan keluarga kami serta mereka untuk terus istiqomah dalam jalan-Mu. Dan memudahkan jalan yang kami tempuh sekarang, dan mudah2an Allah menjadikan semua pekerjaan kami menjadi ibadah yang berujung pada amalan sholeh untuk menggapai Rahmat Allah subhanahuwata 'ala

Surabaya, 23 April 2014

Read Full Post
23 April, 2014 | 0 komentar

Mutasi bersama keluarga

setiap saya akan pindah pasti akan ada suatu masa di saat sebelum penyerahan SK dimana saya tidak akan tau lagi apa yang harus saya kerjakan. tetapi bukan itu yg hendak saya bahas pada kesempatan kali ini.

Pindah/mutasi sudah terjadi 3x dalam hidup saya selama bekerja di perusahaan ini. 2007 sby-dps, 2011 dps-kpg, 2012 kpg-dps, dan di 2013 diisukan saya akan pindah lagi. jadi selama saya bekerja disini yang "baru" 6tahun sudah berpindah 3x, entah ini menjadi rekor tersendiri atau tidak. Di sisi lain ada temen saya yang dari kecil sampai dia bekerja sekarang tidak berpindah2 dan dia sudah bekerja 16 tahun di sini, dan dia tidak sendirian, banyak yg seperti dia. walopun tidak 16 thn seperti mbak widiyani tetapi mereka sudah ada di tpt mereka sekarang ketika saya masuk perusahaan ini....contoh saja, mbak  mbak wida, mbak lili, mbak ida, mbak susi, mas yasa, mas fanan, mas slamet, mba erna, dan masih banyak lagi. apakah mereka tidak bosan ya selalu di tempat yg sama bertahun2 ? tapi ya sudahlah...urusan masing2....

Memang sih setiap orang beda2 masalahnya dan keinginannya, ada yg senang pindah2 dan ada yg senang menetap saja di suatu daerah. saya termasuk yg senang pindah2, namun ketika sudah banyak amanah seperti ini (keluarg-red) agak sulit juga untuk pindah2 sesering ini. karena pastinya alasan kenyamanan dan keamanan keluarga masuk menjadi pertimbangan.kalo masih single atau berdua sih tidak jadi masalah karena masih bisa ngekos,tetapi kalo sah punya anak 1 atau lebih apalagi sudah sekolah tentu saja ini akan menjadi lebih sulit. memang ada beberapa rekan yang memilih gampangnya aja yaitu dengan berjauh2an dengan keluarga. tetapi apakah ini yang disebut menjalin keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah?...tapi ya sudahlah..urusan masing2...

ketika kita merajut sebuah keluarga maka akan ada unsur keimanan dan pembinaan di dalam keluarga itu, ada juga unsur saling mengingatkan dan unsur saling menyayangi satu sama lain. Memang kemajuan teknologi sudah sangat maju karena sudah ada skype, video call, Line, BBM, twitter, path dan lainnya untuk share ur moment with ur lovely family. Namun apakah segampang itu moment mu bisa dishare dengan secara detail dan sempurna tanpa ada pengurangan dan penambahan informasi. ada masa2 di saat istrimu atau anak2mu kepingin cerita langsung kepadamu dimana memang cerita itu tidak bisa disimpan utk diceritakan nanti ketika weekend bertemu. dan momen2 seperti itu hanya terjadi sekali seumur hidupnya dan tidak bisa digambarkan dengan kata2 puisi nan indah sekalipun. misalkan ketika anakmu berjalan pertama kali dalam hidupnya, atau ketika anakmu pertama kali bertemu dengan teman sekolahnya, atau ketika anakmu pertama kali bisa pipis sendiri di kamar mandi. momen2 itu adalah momen keberhasilan dia dan itu gak bisa dia ceritain, dia cuma bisa mengekspresikan lewat raut wajah penasaran dan bahagianya...subhanallah....love this moment... 

saya saja yang setiap sore hari bertemu dengan keluarga sering ketinggalan momen2 itu, karena bisa saja terjadi di siang hari ketika kita sedang bekerja. Namun mereka masih bisa menceritakan kebahagiaan mereka karena masih gress dan baru saja kejadian tidak lama tadi. dengan mimik wajah yang menggemaskan dan tergesa2 karena banyak yang harus mereka ceritakan tentang pengalaman mereka hari itu ketika saya masih di kantor....dan ini adalah pengobat stres tersendiri setelah kepenatan kerja seharian....

kembali lagi ke topik awal, mutasi. mutasi memang membuat kita kesusahan utk beradaptasi lagi dengan suasana baru. Namun saya sangat yakin adaptasi itu akan lebih baik jika ada keluarga di samping kita yang akan tetap membawa suasana hangat mereka ke suasana lingkungan baru.

love ur family because of Allah...insya Allah...

Salam Jum'at berkah

Read Full Post
08 November, 2013 | 10 komentar

KPK vs PKS (just comment)

Media massa terus menggoreng KPK vs PKS, wow....hebat nih...
LHI dan Anas dan Andi dan Angie sama2 manusia, sama2 orang partai, sama2 tinggal di Jakarta, sama2 lagi terlibat kasus hukum. Bedanya LHI masih tersangka, yg lain sudah sampai level terdakwa, bedanya lagi LHI di partai tak berkuasa, yang lain di partai penguasa. 

Dan yang paling beda dari keduanya adalah LHI sudah dipenjara, sementara yang lain masih bisa tinggal di rumah. Orang awam saja sangat bisa melihat perbedaan perlakuan ini. Entah ini yang disebut penegakan hukum atau penegakan keadilan. Saya juga malas berkomentar tentang itu karena sesungguhnya keadilan yang mutlak hanya Milik Allah SWT.

Dibilang KPK adalah organisasi pemberantas korupsi saya juga malas berkomentar karena sudah terlalu banyak kasus yang mereka angkat tapi gak pernah ada penyelesaiannya. Mereka ini organisasi penemu korupsi atau pemberantas sih?

Mungkin saya terlalu banyak nonton film tapi saya juga gak menolak bahwa apa2 yang terjadi di film itu sebenarnya bisa juga terjadi di dunia nyata. Contoh teranyar adalah Transformer 3, dimana di film tsb ada seorang manusia yang sudah bekerjasama dengan Cyberton sejak tahun 70-an untuk melakukan pembajakan bumi di tahun 2012-an. Sekarang di Indonesia yang negara berkembang ini, manusia lemah iman mana yang tidak tergiur dengan godaan duniawi a.k.a uang. Dengan uang orang rela berperan menjadi jahat sekalipun agar tujuan pembayarnya bisa tercapai. Keluarga juga bisa dijadikan alat, disaat uang tidak mempan maka ancaman kepada keluargapun dilancarkan seperti yang terjadi pada film Iron Man 3. Dimana istri Tony Stark ditahan musuh agar tidak menghalangi misinya menguasai Amerika.

Yang terakhir saya sangat meyakini kasus ini selesai manakala setiap manusia yang terlibat mengembalikan dirinya kepada Iman kepada Allah SWT, dan menyadari bahwa keduniawian hanya sangat sementara hanya sekejap kedipan mata saja dibanding dengan kehidupan akhirat yang kekal dan adil seadil adilnya. Semua amalan dunia hanya alat untuk mencapai kehidupan terbaik di akhirat. 

Mudah2an Allah membukakan hati dan pikiran kita semua untuk mulai menyadari kehidupan akhirat yang kekal itu..Amin...

Read Full Post
14 May, 2013 | 36 komentar

Pengawasan 24 Jam Oleh-Nya


Mari coba bayangkan, seandainya tiba-tiba Rasulullah Muhammad SAW berkunjung ke rumahmu selama 2 hari saja...
- Apakah kita tiba-tiba memaksa istri dan anak kita memakai hijab/jilbab?
- Apakah kita tiba-tiba mematikan TV, Radio, Sound System?
- Apakah kita tiba-tiba shalat di masjid selama Beliau ada?
- Apakah kita tiba-tiba berhenti merokok selama 2 hari saja?
- Apakah kita tiba-tiba tidur lebih awal dan shalat malam?
- Apakah kita tiba-tiba sebentar2 mengucap doa, dzikir, setiap saat?
- Apakah kita tiba-tiba menjaga ucapan, dan berkata yang baik saja?
- Apakah kita melarang Beliau bertemu teman-teman kita selama ini?
- Apakah kita tiba-tiba bersikap baik pada istri, anak, tetangga, orang tua?
- Apakah kita tiba-tiba membaca Alquran setiap hari?
- Apakah kita tiba-tiba menghentikan semua kesukaan dan hobi kita selama 2 hari?
- Apakah kita tiba-tiba membuang semua bacaan majalah dan buku kesukaan?
- Apakah kita tiba-tiba suka bersedekah dan menyantuni anak yatim?
- Apakah kita tiba-tiba berhenti maksiat selama 2 hari itu?
Nah, mengapa? Padahal Allah SWT memiliki pengawasan paling teliti setiap saat, dan para malaikatNYA berkunjung ke rumahmu setiap waktu untuk mencatatmu. Allah SWT mengawasi manusia 24 jam sehari atau setiap detik tidak ada lengah. Didalam melakukan pengawasan, ada 3 cara yang dilakukan Allah SWT:

1) Allah SWT melakukan pengawasan secara langsung. Tidak tanggung-tanggung, Yang Menciptakan kita selalu bersama dengan kita dimanapun dan kapanpun saja. Bila kita bertiga, maka Dia yang keempat. Bila kita berlima, maka Dia yang keenam Bahkan Allah SWT teramat dekat dengan kita yaitu lebih dekat dari urat leher kita.
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf 16)

2) Allah SWT melakukan pengawasan melalui malaikat.

“ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS. Qaaf 17)

Kedua malaikat ini akan mencatat segala amal perbuatan kita yang baik maupun yang buruk; yang besar maupun yang kecil. Tidak ada yang tertinggal. Catatan tersebut kemudian dibukukan dan diserahkan kepada kita (QS. Al Kahfi 49).

3) Allah SWT melakukan pengawasan melalui diri kita sendiri. Ketika kelak nanti meninggal maka anggota tubuh kita seperti tangan dan kaki akan menjadi saksi bagi kita. Kita tidak akan memiliki kontrol terhadap anggota tubuh tersebut untuk memberikan kesaksian sebenarnya.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yaasiin 65)

Kesimpulannya, kita hidup tidak akan bisa terlepas dimanapun dan kapanpun saja dari pengawasan Allah SWT. Tidak ada waktu untuk berbuat maksiyat. Tidak ada tempat untuk mengingkari Allah SWT. Yakinlah bahwa perbuatan sekecil apapun akan tercatat dan akan dipertanyakan oleh Allah SWT dihari perhitungan kelak.

Wallahu a’lam bish showab

Read Full Post
01 May, 2013 | 13 komentar

SALES preMAN

Kegiatan nyales, bagi sebagian orang atau bahkan sebagian besar orang adalah aktivitas yang paling rendah atau paling nggak lebih rendah dari pegawai kantoran yang kerjanya depan komputer doang. Ini gak salah juga karena biasanya aktivitas nyales itu biasanya diaji paling rendah di bandingin sama pegawai lainnya. Sehingga si sales ini miskin karena jumlah produk yang dijual gak banyak jadinya cuma dapet gaji pokok doang. Ini menurut pendapat saya lo ya, bukan berdasarkan survei ataupun pooling terbuka. 

Tapi ada juga sales yang gajinya tinggi gara2 jumlah produk yang dia jual banyak, sehingga bonusnya pun bisa berkali lipat dari gaji pokoknya. Nah... kenapa ya ada sales yang miskin ada sales yang kaya begini ya? Perusahaan yang pendapatnya berdasarkan omset penjualan biasanya membutuhkan kepanjangan tangan sehingga merekrut sales sebanyak2nya untuk disebar di semua wilayah untuk menjualkan produknya. Kalo bisa kagak ada wilayah satupun yang gak dimasukin sales perusahaan ini. Perusahaan kagak mau rugi kalo sales ini digaji pokok yang tinggi sehingga "membebankan" jualan produknya pada sang sales. Sales yang bagus pastinya bakal ngejualin produknya si perusahaan sebanyak2nya supaya dia dapet bonus yang banyak. 

Kenapa ada sales yang bagus dan ada sales yang kurang bagus?.. Biasanya balik lagi ke persepsi dan sikap sang sales. Nah ini ngingetin saya ke sebuah cerita yang berjualan sandal di papua, ada 2 sales yang ditugasin ke papua buat memasarkan sendal perusahaan tersebut. Kedua sales ini pun membeberkan pandangan mereka kepada pimpinannya setelah berada 1 minggu di papua. Sales A beranggapan bahwa di Papua gak mungkin jualan sendal karena disana gak ada yang pake sendal dan dah jadi kebiasaan orang2nya, jadi masyarakat gak mungkin beli sendal . Sales B senang, karena dia beranggapan di papua sangat potensial, disana gak ada yang pake sendal sehingga pasti sendal bakalan laku disana dengan cara sosialisasi manfaat dan kerugian persendalan.

Dari 2 sales tersebut memiliki persepsi dan sikap yang berbeda dalam memandang kondisi yang sama. Nah di antara dua sales man ini mana yang akan kaya dan mana yang akan miskin?... Jawabannya tentu saja si sales B, namun apakah si sales A akan jatuh miskin?..jawabannya belum tentu, karena kondisi pasar selalu berubah-ubah dan sikap juga bisa berubah-ubah. si sales B juga bisa dikalahkan oleh sales A karena persepsi dan sikap sales A sangat bisa berubah dalam hitungan dikit dan memiliki tekad kuat untuk mengejar ketertinggalan dari sales B. Nah inilah seninya dunia persalesan. Setiap hari setiap jam bahkan setiap detiknya ketertinggalan selalu bisa dikejar oleh pesaing. Persaingan tidak pernah mati dan sangat dibutuhkan untuk selalu menjadi pelecut semangat untuk menjadi lebih baik bagi sang salesman. Sekali lengah maka pesaing2 kita akan jauh meninggalkan kita.

Jadilah sales yang punya sikap dan persepsi yang positif, dan teruslah belajar setiap harinya agar selalu menjadi sales man yang terbaik dan tentunya kaya dong....

Read Full Post
24 April, 2013 | 12 komentar

Pantai Kedonganan

Jika anda yang pernah berkunjung ke Bali dan tau tempat makan malam sea food pastilah mengenal Jimbaran. Cafe - cafe seafood yang berjejeran di tepi pantai menawarkan berbagai macam jenis hewan laut yang bisa dibakar, goreng ataupun jenis masakan lainnya. Namun tahukah anda nama dari pantai tempat makan malam tersebut?..

Namanya adalah pantai kedonganan, jadi nama Jimbaran adalah nama kelurahan tempat bernaung pantai kedonganan tersebut. Garis pantainya jadi satu dengan Kuta, seminyak dan legian. Karenanya warna dan jenis pasirnya pun sama. 

 



Oh ya bagi anda yang punya budget terbatas dan ingin makan seafood (karena di cafe 1 orang bisa menghabiskan Rp.150 fibu), anda bisa mampir ke pasar kedonganan yang terletak di ujung jalan untuk membeli ikan dan hewan laut lainnya untuk dibawa pulang dan dimasak di rumah, atau bisa juga menitipkan untuk dimasakkan oleh warung-warung sekitarnya dengan tarif Rp. 10.000 per kilo nya.

Read Full Post
26 March, 2013 | 10 komentar
Powered by Blogger.

Arsip Blog

Sahabat Blogger

Sahabatku