Subcribe And Share :

Twitter icon facebook icon Digg icon Technorati icon facebook icon Delicious icon More share social bookmark service

25 October, 2011

Commuter Line, salah satu solusi mengatasi kemacetan

Tepat seminggu yang lalu, aku berhasil mencoba salah satu terobosan pemerintah Jabodetabek dalam mengatasi kemacetan yaitu commuter line. Sebuah moda transportasi kereta api yang menggunakan daya diesel tetapi dengan fasilitas yang lebih nyaman dan aman. Walopun gerbong - gerbong ini masih hasil second dan bantuan dari negara Jepang, namun masih terbilang cukup bagus dan nyaman. Disebut nyaman, karena di tiap gerbong dilengkapi dengan AC, tempat duduk yang empuk, pegangan tangan untuk berdiri yang banyak, petugas kebersihan yang teratur membersihkan gerbong dan terang benderang. Aman, karena setiap gerbong dijaga oleh minimal 1 orang satpam dan khusus gerbong wanita juga dijaga oleh satpam wanita, dan pedagang kaki lima dilarang masuk. Selain itu petugas juga menerapkan kedisiplinan dengan benar - benar mendenda Rp. 20.000 penumpang yang tidak memiliki tiket resmi yang hanya berharga Rp. 6.000.

Commuter line ini juga melayani lebih dari 100 stasiun kereta api yang tersebar di seluruh wilayah, Jakarta, depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Penumpang harus benar - benar meperhatikan stasiun yang dilewati karena pintu commuter line hanya terbuka selama kurang lebih 1 menit untuk penumpang turun dan naik. Banyak dari penumpang yang megaku sangatterbantu dengan adanya commuter line ini. Mobil dan motor pribadi mereka diparkir di stasiun dan naik comm line ini menuju tempat kerja masing - masing. Sungguh sebuah langkah untuk mengurangi volume kendaraan pribadi yang kreatif.



Lambat laun saya (walopun bukan orang Jakarta) yakin orang - orang akan beralih ke comm line sebagai solusi berangkat kerja yang efektif, efisien, murah dan mudah. Yang perlu diperhatikan untuk kesuksesan transportasi ini adalah sangat bergantung bagaimana penumpang menjaga sikap, maintenance gerbong dan rel oleh PT KAI, perbaikan infrastruktur seluruh stasiun (termasuk lahan parkir), penambahan frekuensi keberangkatan untuk menjaga transportasi ini agar tahan lama.

Cuma tulisan biasa yang sebenernya curhatan iseng tanpa tanda baca dan pemilihan kata yang tepat. Nggak bermaksud apa - apa cuma mau menuangkan isi pikiranku sekaligus buat dokumentasi ketika aku tua nanti bahwa aku pernah mengalami apa yang kutulis...hehehe.... Alreza Mittariq - Mittariq !!

0 komentar:

Post a Comment

Ayo ayo sobat sobat dikomentarin ya....
kalo istilah iklannya sih "komentarmu mengalihkan duniaku" kekekeke....